Bahagia Mencari Tuhan, Bahagia Menjadi Hamba

Buku ini tidak ditulis sebagai jawaban normatif, melainkan sebagai ruang perenungan. Ia mencoba membaca ulang makna bahagia melalui pengalaman sosial—dari tekanan akademik, ekspektasi keluarga, budaya perbandingan di media sosial, hingga kegagalan yang sering disembunyikan. Bahagia, dalam pandangannya, bukan sekadar keberhasilan material atau pengakuan sosial, tetapi kemampuan untuk berdamai dengan proses, mengenali diri, dan membangun relasi…


Buku ini tidak ditulis sebagai jawaban normatif, melainkan sebagai ruang perenungan. Ia mencoba membaca ulang makna bahagia melalui pengalaman sosial—dari tekanan akademik, ekspektasi keluarga, budaya perbandingan di media sosial, hingga kegagalan yang sering disembunyikan. Bahagia, dalam pandangannya, bukan sekadar keberhasilan material atau pengakuan sosial, tetapi kemampuan untuk berdamai dengan proses, mengenali diri, dan membangun relasi yang sehat dengan sesama.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *